Tampilkan postingan dengan label tazkiyatunnufus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tazkiyatunnufus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

Pelipur Lara di Tengah Keterasingan


Belakangan ini, publik lagi ribut tentang "tidak sampainya kiriman pahala Al-Fatihah buat si mayit." Semua pada ribut saat seorang figur menyatakan tidak sampainya bacaan Fatihah kepada si mayit. Padahal dahulu si figur ini dielu-elukan!![1]
Ini merupakan salah satu fenomena asingnya Islam dan sunnah yang pernah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. Pertanyaan sederhana, "Pernahkah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- atau para sahabat mengirim Al-Fatihah buat seorang mayit?" Jawabnya, tentu tidak pernah!!
Lalu mengapa kita getol memperjuangkan sesuatu yang tidak ada dasarnya?! Asing, sungguh asing agama ini.
Di lain sisi, saat sunnah ditegakkan dan diamalkan, maka banyak diantara kita yang menentangnya. Ambil contoh dalam masalah pemeliharaan jenggot, tanpa dicukur, atau masalah jilbab beserta cadarnya. Disini anda akan melihat keajaiban dan keanehan, orang Islam sendiri menyindir dan mengolo-olok jenggot jenggot atau wanita cadaran.

Para pembaca yang terhormat, terkait kasus dan fenomena di atas, kami turunkan sebuah tulisan dari sebuah situs bernama "almakassari.com", berikut cuplikannya:

Rabu, 26 Agustus 2015

Unggahan Nasihat bagi Para Pencinta Bongkahan


oleh : Ustadz ABul Asybal, Lc. (Lulusan Medinah, KSA)

Bongkahan permata berharga kini benar-benar menghentakkan dunia. Nyaris setiap manusia telah mendengarkan berita, kisah dan fakta seputar batu bongkahan. Benar-benar bongkahan telah menarik banyak kalangan di Nusantara dan mancanegara.

Serpihan-serpihan berita para pencinta batu bongkahan telah mewarnai kehidupan manusia. Hampir semua halaman media nasional membahas urusan yang satu ini. Begitulah ibarat mereka laksana orang yang jatuh cinta.
Kesibukan manusia dengan batu bongkahan telah menyita dan pikiran mereka sampai diberitakan bahwa di Yogyakarta diadakan pameran di Geleri Mall Yogyakarta. Di Jakarta, Pasar Rawa Bening, Jatinegara, mereka tak kalah hebatnya sampai mereka membuat pasar batu akik yang menyebabkan macetnya lalu lintas.

Jatuh cinta dan gemar dengan batu akik membuat sebagian orang rela melintasi lautan dan jalan-jalan terjal di tebing-tebing pegunungan yang amat berbahaya.

Minggu, 16 Agustus 2015

"Masihkah Ada Pintu Tobat Bagiku?"

oleh : Ust. Abul Asybal, Lc.

"Masihkah Ada Pintu Tobat Bagiku?" Pertanyaan ini juga pernah terlontar dari mulut seorang bajingan durjana yang pernah melumuri kehidupannya dengan berbagai macam maksiat. Dia adalah sebuah pribadi yang biadab sampai ia telah menumpahkan darah, dan membunuh 100 nyawa sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-  dalam sebuah hadits yang shohih.

Pembaca yang budiman, cerita dan kisah pembunuh 100 nyawa tersebut, ada baiknya kami sajikan agar para pembaca bisa meneguk ibroh dari lautan ilmu yang terdapat dalam kalam nabawi (sabda Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-).