Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2015

Poligami, Anugerah yang Terzholimi

Poligami, Anugerah yang Terzholimi

Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- telah disempurnakan oleh Allah -Subhanahu wa Ta'ala- sebagai rahmat bagi seluruh hamba-Nya,  sehingga agama ini tidak butuh tambahan, pengurangan dan otak-atik.
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Ma`idah: 3)

Di antara rahmat Allah -Ta’ala- kepada hamba hamba-Nya, disyari’atkannya “poligami” (seorang laki laki memiliki lebih dari satu istri) berdasarkan dalil-dalil yang akan datang.

Selasa, 15 September 2015

Nasihat Pengingat bagi Masyarakat Aceh yang Melupakan Kebaikan Saudi Arabia

 

oleh : Ustadz Abul Asybal, Lc. -hafizhohulloh-

Beberapa hari belakangan ini, masyarakat Aceh disibukkan dengan isu "Wahabi". Dengannya mereka menzalimi sebagian pihak yang mereka tuduh sebagai "Wahabi", seperti Saudara kami, Ustadz Harits Abu Naufal, yang berdomisili di Aceh. Beliau adalah pengasuh Ma'had As-Sunnah, Aceh.

Sebuah majalah lokal, Majalah Umdah menurunkan sebuah tulisan yang menyedihkan hati setiap Ahlus Sunnah dengan judul "Warga Aceh Usir Wahabi Radikal":

Minggu, 13 September 2015

Jasa dan Kebaikan Saudi Yang Terluput dari Media, sehingga Saudi Banyak Dicela

Jasa dan Kebaikan Saudi Yang Terluput dari Media,
sehingga Saudi Banyak Dicela
oleh : Ust. Sofyan Chalid Ruray
Tulisan di bawah ini adalah petikan dr karya tulis Ust. Sofyan Chalid Ruray -hafizhohulloh- saat beliau membantah buku "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi."
Di dalam buku ini, beliau menelanjangi berbagai kedustaan dan kerancuan buku itu. Siapa yang ingin mengetahui gambaran makar para musuh dakwah tauhid dan sunnah, silakan baca buku bantahannya yang berjudul "Salafi antara Tuduhan dan Kenyataan," karya Ust. Sofyan Chalid Ruray -hafizhahullah-.
Para pembaca yang terhormat, kali ini kami akan turunkan petikan indah dr buku Ust. Sofyan Chalid Ruray -hafizhahullah- tersebut. Petikan-petikan itu amat penting kita angkat, karena banyaknya isu buruk yang dihembuskan oleh para pembenci dakwah tauhid dan sunnah yang selama ini kita bina di negeri ini, dengan mengangkat "isu Wahabi". Dengan serta-merta Saudi juga kena imbasnya, karena dakwah kita dan dakwah mereka adalah satu; semuanya berjalan di atas Al-Kitab dan Sunnah yang menyeru kepada Tauhid dan Sunnah serta memberantas syirik, kekafiran, bid'ah dan maksiat.

Nah, tiba saatnya kami mengajak anda menikmati petikan tersebut:

Kebaikan Pemerintah Arab Saudi untuk Kaum Muslimin Dunia

Kebaikan Pemerintah Arab Saudi untuk Kaum Muslimin Dunia
Kita tidak menutup mata, layaknya manusia biasa, pemerintah dan ulama Saudi tentunya memiliki kesalahan dan kekhilafan. Akan tetapi, orang yang berbudi tentu tidak mudah melupakan kebaikan saudaranya, sedangkan orang yang tidak berbudi, alias tidak tahu balas budi, sulit bagi mereka mengingat kebaikan orang lain, prasangka buruk mereka telah menutupi semua kebaikan yang ada pada saudaranya, seperti kata penyair:
وعين الرضا عن كل عيب كليلة … ولكن عين السخط تبدي المساويا
“Pandangan simpati menutupi segala cela, Pandangan benci menampakkan segala cacat.”

Kebaikan pemerintah Saudi terhadap kaum muslimin dunia sudah tidak terhitung jumlahnya, termasuk Indonesia. Ratusan masjid dibangun oleh pemerintah maupun yayasan sosial yang mengumpulkan dana dari pemerintah dan masyarakat Saudi serta santunan fakir miskin dan pembuatan sumur-sumur sebenarnya sudah sangat banyak, hanya saja jarang diekspos oleh media.

Gelar WAHABI, Itu Propaganda Orang Yang Memusuhi Dakwah Tauhid dan Sunnah

W A H A B I = (The Pure Islam)


W A H A B I = (The Pure Islam)
Bismillah wasshalatu was salamu ‘ala rasulillah, Amma Ba’du,..
Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahamihullah,…Membrantas Kesyirikan & Penegak Sunnah.

“Saya SALAH dalam MEMA’AFKAN itu Lebih saya Sukai daripada saya SALAH dalam memberikan VONIS.”

Wahabi itu dari kata ‘Wahhaab’ dan ‘i’, ‘i’
Dalam bahasa Arab disebut dengan “
ياءُ النِّسْبَةِ“, ya’ yang merupakan penisbatan, artinya nisbat kepada Wahhab.

Al-Wahhab adalah salah satu sifat Allahyang memiliki Arti Maha Pemberi Karunia –
Dan Wahhab (الوَهَّاب) itu salah satu dari nama Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Istilah “Wahabi” diambil dari kata “Al-Wahab”, yang artinya ‘Dzat Yang Maha Pemberi’.Kata “Al-Wahab” merupakan salah satu nama Allah (asma`ul husna). Sedangkan tambahan huruf “i” pada akhir kata ini memberikan makna tambahan “golongan”. Sehingga, istilah“Wahabi” secara bahasa artinya ‘golongan Al-Wahab‘, atau ‘Golongan Allah taala‘

Idrus Ramli, Jangan “Ganggu” Aceh Kami!

Idrus Ramli, Jangan “Ganggu” Aceh Kami!
Tulisan ini aku tujukan ke hadapan Yang Mulia Kiyai Haji Muhammad Idrus Ramli Hafizahullah. Anggap saja tulisan ini sebagai “surat cintaku” kepadamu. Bukannya aku tidak mengenal kantor Pos, bukan pula aku tak punya ongkos, tapi sengaja kutulis surat ini di sini, agar saudara-saudaraku dan juga saudara-saudaramu dapat membaca surat ini. Meskipun surat ini kutujukan kepadamu, tapi tidak ada secuil rahasia pun dalam surat ini.

Idrus Ramli yang dirahmati Allah, sebelum berpanjang kalam, izinkan aku untuk memperkenalkan diriku padamu. Bukan berarti aku begitu penting untuk engkau kenal, tapi aku hanya menjalankan firman Tuhanku, bahwa kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal. Sama halnya seperti dikau yang tak mengenal diriku, pada hakikatnya aku pun tidak mengenal dirimu, aku cuma tahu sedikit saja tentang dirimu. Baiklah, perkenalkan, Aku ini orang Aceh yang lahir di Aceh dan bernenek-moyang Aceh.