Hidup Mulia di Atas
Tauhid
oleh : Ust. Abul Asybal, Lc. -hafizhahullah-
Tauhid
laksana pohon besar yang kokoh lagi menjulang tinggi. Akarnya kuat, batangnya
besar, dedaunannya hijau dan menyejukkan mata. Di bawahnya, manusia bernaung
dan beristirahat. Akar, batang, daun dan rantingnya dirasakan manfaatnya oleh
manusia.
Daunnya
merupakan taman-taman indah bagi burung-burung yang tengger padanya. Buahnya
amat manis dan sedap, membuat manusia dan hewan-hewan senang dan bahagia.
Allah -Tabaroka
wa Ta'ala- memperumpamakan kalimat tauhid di dalam Al-Qur'an,
أَلَمْ
تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ
أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ
بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ (25)
[إبراهيم : 24_25]
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana
Allah Telah membuat perumpamaan "kalimat yang baik" seperti
pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.
Pohon itu memberikan buahnya pada
setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu
untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS. Ibrahim : 24-25)
Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa "kalimat
yang baik" adalah "kalimat tauhid". Ini adalah
penafsiran sahabat Ibnu Abbas -radhiyallahu anhuma- sebagaimana yang
dijelaskan oleh Ibnu Jauziy -rahimahullah- dalam Zadul Masir
(4/27).